10 Hal Yang Terjadi di Tubuh Jika Berhenti Makan Karbo

By | February 16, 2019

10 Hal Yang Terjadi di Tubuh Jika Berhenti Makan Karbo

Beberapa tahun belakang ini, karbohidrat sepertinya memiliki citra buruk buat mereka yang ingin menurunkan berat badan. Padahal, kenyatannya grup makanan yang satu ini memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Karena well… Dia adalah pemasok energi buat Anda.

 

Namun, dengan banyaknya tips diet yang menganjurkan Anda untuk tidak mengonsumsi karbohidrat, kami tahu Anda pasti ingin tahu apa manfaat yang sebenarnya dari hal ini. Nah, untuk menjawab rasa penasaran Anda, ini adalah 10 hal yang akan terjadi pada tubuh ketika berhenti mengonsumsi karbo.

 

1. Berat badan bisa turun

Pola makan yang mengonsumsi makanan bersodium tinggi, seperti karbohidrat sederhana, memaksa tubuh untuk menyimpan lebih banyak air di dalam juga di antara sel-sel yang dibutuhkan tubuh. Menurut Frida Harju-Westman, in-house nutritionist di aplikasi kesehatan Lifesum, jumlah air ini bisa mencapai 4-10 kilogram tergantung dengan pola makan Anda. “Saat tidak mengonsumsi karbo, tubuh akan ‘mengeluarkan’ air ini dan itulah mengapa berat badan jadi turun.”

 

2. Tapi, bisa juga berat badan bertambah

Berat badan turun adalah efek jangka pendek dari tidak mengonsumsi karbohidrat. Karena, menurut Firda, berat badan pada akhirnya akan naik lagi. “Ini umumnya terjadi pada mereka yang mengganti karbohidrat dengan makanan lemak tinggi, seperti kacang, alpukat, dan keju,” katanya.

Perlu diingat adalah makanan dengan lemak tinggi memiliki kalori yang lebih padat dibandingkan karbohidrat. Jadi, pastikan mengonsumsinya dengan jumlah porsi sedang.

3. Anda mungkin akan mengalami masalah sembelit

Untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang, diet rendah karbohidrat biasanya menganjurkan Anda mengganti karbohidrat dengan protein dan lemak. Ini membuat asupan serat pada tubuh berkurang. “Kondisi ini dapat mengakibatkan sembelit,” ujar Frida. So, kalaupun mau mengurangi karbohidrat pastikan kalau asupan serat tetap cukup agar tidak mengalami masalah yang satu ini.

 

4. Anda akan merasa lebih mudah capek

“Tubuh menyimpan karbo dalam belum glikogen, yang mudah diserap ke dalam aliran darah dan merupakan sumber energi buat otak Anda,” kata Frida. Ini berarti kalau Anda mengurangi konsumsi karbo, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan hal ini bikin Anda lebih mudah merasa capek.

5. Napas Anda bisa jadi bau

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ketika tidak mengonsumsi karbo, tubuh akan mengeluarkan air dan hal ini bisa bikin mulut kering. Hal yang kerap terjadi ketika mulut kering adalah napas mengeluarkan bau yang tak sedap.

Bukan cuma itu, ketika tidak mengonsumsi karbo, tubuh mengalami kondisi yang disebut dengan ketosis. Pada kondisi ini, tubuh akan membakar lemak alih-alih karbohidrat untuk mendapatkan energi. Ketosis bisa membuat napas berbau seperti bau buah, malah dalam kasus ekstrem, bau penghapus cat kuku. Yikes!

6. Anda jadi tidak mudah lapar

Dengan syarat, Anda mengganti karbohidrat dengan makanan yang sehat dan kaya akan nutrisi. Mengganti karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, dan oatmeal juga akan memberikan efek yang sama.

7. Risiko diabetes mungkin menurun

Makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana memiliki kadar sodium yang tinggi dan membuat tubuh memproduksi lebih banyak insulin guna menyeimbangkan gula darah. Kalau sering mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh sehingga Anda lebih berisiko terkena diabetes tipe 2. Otomatis ketika mengurangi konsumsi karbohidrat, risiko terjangkit penyakit tersebut pun akan berkurang.

 

8. Anda akan ngidam gula

Karena karbohidrat sederhana memiliki kandungan gula tambahan yang tinggi, mengurangi konsumsi karbohidrat bikin Anda jadi ngidam gula alias makanan yang manis. “Gula sangatlah adiktif dan sulit untuk berhenti mengonsumsinya,” kata Frida. Namun, kalau bisa menahan godaan, lama-kelamaan Anda akan lebih memilih makan apel kok dibandingkan chocolate chip cookie.

 

9. Anda akan mengalami gelaja yang mirip flu

Frida mengatakan, “Mungkin salah satu efek yang paling sering dialami ketika mengurangi konsumsi karbo adalah timbul gejala yang mirip flu, contohnya sakit kepala, mual, dan mudah lelah. Hal ini sangat normal dan bisa dikurangi atau disembuhkan dengan memastikan tubuh tidak dehidrasi.”

Jadi, pastikan untuk minum air paling tidak delapan gelas per hari. Hanya saja, apabila gejala tak kunjung hilang dalam 2-4 hari, Anda mungkin harus mengganti pola makan.

 

10. Rambut Anda mungkin rontok

Terdengar menyeramkan, tapi Frida meyakinkan kalau ini kondisi ini normal terjadi ketika melakukan perubahan pola makan. “Kerontokan rambut terutama umum terjadi ketika membatasi konsumsi gula dan karbo. Biasanya terjadi selama tiga bulan setelah memulai pola makan yang baru,” tuturnya. Kabar baiknya, kondisi ini semetara dan tak terlalu terlihat. Sono need to worry.

 

Meski diet rendah karbo memiliki beberapa manfaat yang baik untuk tubuh, kami menyarakan Anda untuk tetap memperhatikan nutrisi bagi tubuh. Jika ingin melakukan perubahan pola makan, lakukanlah riset yang mendalam dan akan lebih baik kalau berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli nutrisi. Karena, pada akhirnya yang terpenting bukanlah berapa angka yang muncul ketika menimbang berat badan, tapi apakah pola makan yang Anda pilih seimbang sehingga dapat menjaga kesehatan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *